Selamat datang di bulan
Rajab, salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Hijriah. Bagi kita
warga Nahdliyin, kehadiran bulan ini laksana embun pagi yang menyejukkan jiwa,
menjadi penanda bahwa tamu agung bernama Ramadan sudah semakin dekat.
Syaikh Abu Bakar bin Salim
pernah mengungkapkan bahwa Rajab adalah bulan untuk menyucikan badan, Sya’ban
untuk menyucikan hati, dan Ramadan untuk menyucikan ruh. Lalu, apa saja
keistimewaan dan amalan yang bisa kita kerjakan? Mari kita bedah berdasarkan literatur
kitab Turats yang mu’tabar.
1. Rajab: Bagian dari
Al-Asyhur Al-Hurum
Secara teologis, kemuliaan
bulan Rajab telah termaktub dalam Al-Qur'an. Allah SWT menetapkan empat bulan
sebagai bulan haram (mulia), di mana pada bulan-bulan tersebut kita dilarang
keras berbuat zalim dan dianjurkan melipatgandakan amal saleh.
Allah SWT berfirman dalam QS.
At-Tawbah: 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
"Sesungguhnya bilangan
bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan... di antaranya empat bulan
haram."
Keempat bulan tersebut
adalah Dzulkqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Mengutip artikel
dari NU Online mengenai kemuliaan bulan haram, para ulama
menjelaskan bahwa amal kebaikan di bulan ini akan dibalas dengan pahala yang
berlipat ganda.
2. Doa Keberkahan yang
Melegenda
Memasuki bulan Rajab, lisan
kita dianjurkan untuk tidak kering dari doa. Rasulullah SAW mengajarkan sebuah
doa yang sangat populer di kalangan santri:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah, berkahilah
kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan
Ramadan." (HR. Ahmad).
Meskipun secara transmisi
hadits ini dipandang dhaif oleh sebagian ahli hadits, namun dalam
tradisi Aswaja An-Nahdliyyah,
hadits dhaif sangat boleh diamalkan dalam konteks Fadhailul A’mal
(motivasi amal), sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Mukadimah Arba'in-nya.
3. Amalan Sunnah di Bulan
Rajab
A. Menjalankan Puasa Sunnah
Puasa di bulan Rajab
hukumnya adalah Sunnah. Hal ini didasarkan pada anjuran umum Rasulullah
SAW untuk berpuasa di bulan-bulan haram:
صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ
"Berpuasalah pada
bulan-bulan haram dan tinggalkanlah." (HR. Abu Dawud).
Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm
tidak pernah melarang puasa Rajab, bahkan para ulama Syafi'iyyah menganggapnya
sebagai keutamaan. Penjelasan detail mengenai status hukum ini bisa Anda baca
di [tautan mencurigakan telah dihapus].
B. Memperbanyak Istighfar
Rajab sering dijuluki
sebagai Syahrul Istighfar (Bulan Ampunan). Salah satu zikir yang masyhur
di kalangan ulama salaf adalah membaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
(Robbiighfirlii warhamnii
watub 'alayya)
Bacalah sebanyak 70 kali
setiap pagi dan sore hari. Ini adalah bentuk riyadhah (latihan) agar hati kita
bersih saat memasuki Ramadan nanti.
C. Sedekah dan Kebaikan
Sosial
Jangan lupa bahwa ibadah
tidak hanya bersifat vertikal. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin
menekankan pentingnya berbagi kepada sesama di bulan-bulan mulia sebagai bentuk
syukur atas nikmat umur yang disampaikan pada bulan haram.
4. Menepis Keraguan: Apakah
Amalan Rajab itu Bid’ah?
Mungkin Anda pernah
mendengar pendapat yang membid’ahkan amalan khusus di bulan Rajab. Namun, perlu
dipahami bahwa kita mengikuti manhaj yang memiliki sanad keilmuan jelas. Selama
sebuah amalan memiliki dasar umum dari Al-Qur'an dan Hadits, serta dilakukan
oleh para ulama salafus shalih, maka amalan tersebut adalah bagian dari
khazanah syariat yang indah.
Syaikh Nawawi Al-Bantani
dalam kitab Nihayatuz Zain menyebutkan bahwa mengagungkan bulan Rajab
dengan ibadah adalah tradisi orang-orang saleh terdahulu yang patut kita
lestarikan.
Kesimpulan
Bulan Rajab adalah
kesempatan emas untuk "mencuci baju" sebelum kita menghiasinya di
bulan Sya'ban dan memakainya di bulan Ramadan. Mari kita isi hari-hari kita
dengan puasa, doa, dan zikir.
Sudahkah Anda memulai puasa
Rajab hari ini?
Semoga Allah SWT menerima
segala amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadan dalam
keadaan sehat wal afiat. Amin.
Daftar Referensi untuk
Pembaca:
- Al-Umm – Imam
Asy-Syafi'i
- Ihya Ulumuddin
– Imam Al-Ghazali
- Lathaiful Ma’arif
– Ibnu Rajab Al-Hanbali
- Hukum Puasa Rajab - NU Online









